Tampilkan postingan dengan label Tebar Dai Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tebar Dai Nusantara. Tampilkan semua postingan
Menebar Dakwah, Menggapai Mardhatillah

Dakwah menjadi kewajiban manusia. Bahkan dakwah menyeru kepada tauhid inilah yang secara berkesinambungan dilakukan oleh para nabi dan rasul, sejak nabi Adam sampai nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Karenanya, sebagai umatnya kita mempunyai kewajiban untuk mendakwahkan kalimat tauhid ke seluruh alam.

Majelis Dakwah Umat Islam, sebuah lembaga dakwah mencoba membuat program dakwah yang menjangkau. Tidak hanya di kalangan dewasa dan orangtua, tetapi juga anak-anak. Tidak hanya di wilayah-wilayah perkotaan tetapi juga menembus di beberapa desa bahkan di daerah pelosok.

Tebar Dai Nusantara  (TDN)  menjadi salah satu program unggulan kami setiap tahunnya, yakni pada bulan Ramadlan. Saat banyak orang menghabiskan waktu puasa dan berbukanya bahkan saat hari lebarannya bersama keluarga, kami mengirimkan beberapa dai justru berdakwah di lingkungan yang jauh dari keluarganya. Hal ini oleh kebanyakan orang tentu dirasakan berat. Tetapi dengan rahmat dan karunia Allah, alhamdulillah program Tebar Dai Nusantara sampai saat ini sudah berlangsung tiga periode. Beberapa wilayah yang sempat menjadi tempat tugas para dai kami antara lain, Madura, NTB, Kalimantan.

Alhamdulillah, mereka menyambut kedatangan para ustadz dengan respon yang sangat menggembirakan. Bahkan, ada beberapa tempat yang mengharapkan agar ustadz yang ditugasi mau menetap di sana. Tentu hal ini sangat menggembirakan.

Karenanya, kami mempunyai komitmen untuk menjadikan Tebar Dai Nusantara (TDN) ini menjadi salah satu program unggulan MDUI. Untuk Ramadlan tahun 2012 ini pun program ini akan kami adakan. Pembekalan terhadap dai pun sudah kami persiapakan jauh sebelumnya termasuk penunjukkan siapa yang akan ditugaskan. Untuk melancarkan kegiatan tersebut, kami mengharap dukungan dari Bapak/ Ibu/ Suadara berupa pendanaan yang akan kami alokasikan untuk kepentiangan program Tebar Dai Nusantara termasuk santunan terhadap keluarga dai.

Dahulu Kumuh sekarang Mewah


Ketika Anda melihat masjid ini pasti Anda akan mengatakan bahwa ini adalah bangunan masjid yang mewah. Tetapi percayakah Anda kalau dikatakan, bahwa sebelum dai dari Majelis Dakwah Umat Islam sampai ke sini di tempat di mana sekarang masjid ini berdiri, dulu para peminum sering melakukan aktivitasnya di sini? Percayakah Anda jika dikatakan bahwa tak satu pun jenis sholat jamaah ditegakkan di sini. Dan percayakah Anda jika dikatakan dulu di sinilah kambing dan hewan-hewan ternak lainnya sering kencing dan berak di sini? Mungkin Anda akan  menjawab tidak percaya. Tapi demikianlah kenyataanya.

Sebelum dai MDUI ke sini, bangunan masjid nampak sangat kumuh dan kotor. Di kanan-kiri nya banyak sekali botol bekas minuman keras. Bahkan tidak, jarang banyak kotoran kambing berserakan di sana sini. Melihat kondisi seperti itu Ustad Ridwan, salah satu dai MDUI yang dikirim ke wilayah ini mencoba mendekati masyarakat, mengajak anak-anak dan remaja untuk membersihkan. Hampir satu pekan hal itu dilakukan. Tetapi tanggapan sebagian masyarakat justru tidak senang. 

Banyak yang masih tidak percaya bahwa masjid yang saat ini mereka gunakan dulunya sebagai ajang minum minuman
Putus asakah? Tentu tidak. Putus asa tidak pernah ada dalam diri para dai, apalagi mereka sebelumnya memang pernah dibekali terlebih dahulu. Akhirnya dengan kesabaran, masyarakat yang tadinya acuh, pelan-pelan mau ke masjid dan alhamdulillah sekarang masjid ini sudah layak disebut masjid, bahkan masjid mewah dan di dalamnya telah ditegakkan sholat jama'ah lima waktu.

 
Avatar Gamezine Designed by Cheapest Tablet PC
Supported by Phones 4u